Story of Us (Part 1) – I’m Happy for You (fan fiction)

Standard

Story Of Us

Part 1

Cast

K.Will (Kim Hyung Soo)

Born : December 30, 1981

Lee Seok Hoon (SG Wannabe)

Born : February 21, 1984

Lee Jin Sung (Monday Kiz)

Born : February 27, 1985

Kim Won Joo (4Men)

Born : July 29, 1987 

Ponsel di atas tempat tidur itu sekali lagi berdengung seperti sekumpulan lebah yang marah. Lee Seok Hoon menyerah, ia melemparkan pensil yang dipegangnya tepat di atas kertas partitur nada yang sedang berusaha dikerjakannya, beranjak dari meja kerjanya untuk mengangkat telepon yang selama 10 menit ini mengganggu kosentrasinya.

            Seok Hoon tersenyum saat melihat nama orang yang menghubunginya. Lee Jin Sung rupanya yang sudah mengganggu kosentrasinya saat mencoba untuk menulis sebuah lagu.

“Ada apa?” Seok Hoon langsung bertanya, menempelkan ponsel ke telinganya.

“Apa yang kau lakukan, kami sedang berkumpul sekarang… cepatlah datang.” Lee Jin Sung langsung membrondongnya dengan kata-kata cepat seperti biasanya.

“Aku lelah.” Sahut Seok Hoon, seraya melihat jam tangan yang dipakainya. “Ini sudah jam 1  pagi, apa kalian tidak merasa ini terlalu larut untuk berkumpul.”

“Ayolah hyeong, kau bukan wanita yang harus mempertimbangkan jam keluar malam… cepatlah datang.” Seru Jin Sung lagi, ada sedikit desakan di nada suaranya.

“Siapa yang sudah ada disitu?”

“Baru aku dan Won Joo, Hyung Soo hyeong bilang dia akan segera datang.” Jawab Jin Sung dari seberang telepon.

“Hyung Soo hyeong akan datang?” Seok Hoon kembali bertanya. “Bukan kah dia sedang di Jepang.”

“Dia sudah kembali dan sedang menuju kemari… cepatlah datang, dari apartemenmu kau hanya membutuhkan 10 menit untuk kesini.”

“Baiklah…” Kata Seok Hoon, sebelum menutup teleponnya.

            Lee Seok Hoon menyerah, ia terkadang memang tidak pernah bisa menolak ajakan berkumpul dari teman-teman terdekatnya ini, selelah apa pun dan selarut apa pun pertemuan yang biasa terjadi sangat mendadak itu ada, ia selalu tidak bisa menolak untuk datang. Tapi mungkin akan sangat menyenangkan bertemu dengan mereka, lagi pula sejak tadi tidak ada lirik yang berhasil ditulisnya, tidak ada salahnya beranjak sebentar dari kepenatannya.

            Mereka adalah orang terdekat Lee Seok Hoon, setelah dua anggota SG Wannabe tentu saja. Mereka mulai berteman sejak mereka terlibat proyek album amal ‘Road for Hope’ 2010 lalu, yang melibatkan banyak artis terkenal Korea, diantaranya Monday Kiz, SG Wannabe, dan termasuk juga penyanyi solo K.Will (Kim Hyung Soo). Proyek yang menjadikannya sangat dekat dengan Lee Jin Sung dari trio vokal Monday Kiz, membuatnya ikut bersahabat dengan Kim Won Joo dari group vokal 4Men yang lebih dulu bersahabat dengan Lee Jin Sung, walaupun 4Men tidak terlibat proyek itu. Penyanyi solo Korea terkenal K.Will, yang sebelumnya memang sudah dekat dengan ketiganya sejak awal mereka melakukan debut, menjadi semacam senior dalam lingkaran kecil persabatan mereka.

            Tepat 10 menit seperti yang dikatakan Jin Sung, Seok Hoon sampai di pelataran parkir sebuah cafe merangkap tempat minum yang tidak terlalu besar. Pemilik cafe ini adalah Ahn Young Min, penulis lagu yang biasa selalu memberikan lagu-lagu terbaik miliknya, untuk album atau single SG Wannabe, pemilik cafe yang selalu bersabar jika ia harus membuka cafe-nya lebih lama karena kedatangan mereka yang biasanya baru memulai semacam perkumpulan kecil ini larut malam.

Sudah tidak ada pelanggan lain terlihat duduk di area luar cafe, tidak mengherankan memang mengingat ini sudah terlalu malam untuk mengunjungi sebuah cafe untuk makan atau semacamnya. Lee Seok Hoon merapatkan jaket tebal yang dia pakai, tersenyum saat satu-satunya penjaga cafe yang sudah sangat dikenalnya tersenyum untuk menyambut kedatangannya.

“Kau baru datang hyeong?… mereka ada di ruangan biasa, di lantai atas.” Beritahu Kim Yong Jae.

“Aku tahu, mereka pasti ada disana.” Seok Hoon mengangguk, “Kau sebaiknya ikut bergabung bersama kami.”

“Aku harus membereskan beberapa hal disini… Kalian seharusnya mengundang selebritis wanita yang kalian kenal untuk bergabung sesekali, itu akan membuatku sangat bahagia bisa bergabung dengan kalian.”

Seok Hoon tertawa pelan. “Nanti aku akan mengundang seseorang yang kami kenal untuk bergabung… kau berharap kami mengundang siapa.”

“Ajaklah Kang Min Kyung dari Davichi untuk bergabung hyeong.” Kata Yong Jae bersemangat. “Dia sangat cantik hyeong, ajaklah dia kesini, aku sering melihat kalian bernyanyi bersama di televisi.”

“Aku akan memintanya datang nanti, jika ia ingin bergabung.” Jawab Seok Hoon akhirnya.

            Ia kembali meneruskan langkahnya, menginjakan kakinya ke anak tangga menuju lantai atas, meningalkan Kim Yong Jae yang masih terlihat tersenyum senang di balik meja kasirnya.

            Ketiga orang yang paling sering ditemuinya sudah duduk di sofa, saat Seok Hoon membuka pintu ruang kecil yang biasa menjadi tempat mereka berkumpul di cafe itu.

“Kau sudah datang hyeong… kau terlambat 5 menit dari yang seharusnya.” Kata Jin Sung untuk menyambutnya.

“Aku ngobrol sebentar dengan Yong Jae di bawah.” Seru Seok Hoon, seraya mendudukan dirinya tepat di samping Kim Hyung Soo yang dalam diam menuangkan Souju ke dalam gelas kecil di depannya.

“Ada apa dengannya?” Tanya Seok Hoon pada Won Joo yang duduk di depannya. Won Joo menggerakan tangannya, memberi isyarat agar Seok Hoon mendekat padanya, sebelum berbisik pelan.

“Ini ada hubungannya dengan putri pemilik perusahaan film itu.” Jawab Kim Won Joo setengah berbisik.

            Seok Hoon mengamati sosok Kim Hyung Soo yang sedari tadi sibuk menuangkan dan mengosongkan gelasnya dengan Souju. Kim Hyung Soo bahkan seperti tidak menyadiri keberadaan Seok Hoon yang duduk di sampingnya.

“Tuangkan satu gelas untukku hyeong.” Seru Seok Hoon, menyodorkan gelas kosong miliknya pada Hyung Soo.

            Kim Hyung Soo mendongak, mata sayunya terlihat memerah.

“Oh kau sudah datang.” Kata Hyung Soo datar, tersenyum kaku pada Seok Hoon. tangannya kembali mengangkat botol Souju barunya, berniat menuangkan lagi ke gelas kosong miliknya.

“Tuangkan untukku hyeong.” Seok Hoon menarik gelas milik Hyung Soo menjauh, dan meletakan gelas miliknya di depan Hyung Soo.

“Kau memang harus menemaninya minum, dia hampir menghabiskan seluruh Souju di meja ini sendiri.” Ujar Lee Jin Sung, yang sedari tadi terlihat sangat sibuk dengan iPad yang di pegangnya. Kim Won Joo mengangguk membenarkan.

“Kau harus sedikit menemaninya hyeong, dia terlihat sangat kacau.” Won Joo menambahkan.

            Kim Hyung Soo mendengus tertawa, mendengar semua hal yang di ucapkan teman-temannya.

“Kalian ini terlalu berlebihan, apa yang kalian bicarakan tentang aku sama sekali salah.” Bantah Kim Hyung Soo, mengibaskan tangannya dengan santai. “Aku hanya ingin minum banyak malam ini, tidak ada alasan khusus.”

            Lee Jin Sung mencibir. Kim Won Joo menggeleng pelan, sementara Seok Hoon hanya menatap prihatin ke arah Kim Hyung Soo. Dia tahu ini semua tentang Min Hyo Jin, anak pemilik salah satu perusahaan film yang sangat terkenal di Korea. Seok Hoon tahu akan seperti ini sejak ia mendengar kabar pernikahan Min Hyo Jin, ia tahu Kim Hyung Soo akan seperti ini.

            Min Hyo Jin pernah menjalin hubungan yang sangat istimewa dengan Kim Hyung Soo. Mereka menjadi pasangan yang sangat serasi, pasangan yang tadinya membuat Seok Hoon sangat iri dengan hubungan mereka. Sayangnya satu bulan lalu mereka terpaksa mengakhiri hubungan mereka, karena orang tua Min Hyo Jin memiliki calon yang menurut mereka lebih baik untuk Hyo Jin, seorang pengusaha Otomotif yang sangat sukses dengan bisnisnya di kawasan Eropa dan Asia.

            Seok Hoon tahu ini akan sulit untuk Kim Hyung Soo, walaupun ia terbilang penyanyi yang selalu sukses dengan single dan album-albumnya, tapi itu tidak cukup memuaskan orang tua Hyo Jin. Menjadikan Hyung Soo akhirnya terpaksa menyerah dengan cintanya, menyerah pada keadaan, dengan pasrah harus menerima keputusan Min Hyo Jin untuk berhenti berjuang demi cinta mereka dan menuruti keinginan orangtuanya

“Aku harus ke toilet.” Kata Hyung Soo, berdiri.

“Mau aku temani hyeong.” Won Joo langsung menawarkan diri.

“Bocah ini… untuk apa kau menemaniku, aku tidak akan jatuh pingsan disana.” Sergah Hyung Soo.

“Sudah biarkan saja dia pergi.” Jin Sung berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari layar iPad-nya.

            Kim Hyung Soo beranjak keluar, langkahnya sedikit limbung, sangat mengkhawatirkan memang. Won Joo terlihat sangat khawatir, ia hampir berdiri untuk menyusul Kim Hyung Soo, tapi Jin sung yang duduk di sebelahnya menahannya.

“Biarkan dia, mungkin dia butuh waktu sendiri sekarang.”

            Mungkin benar apa yang dikatakan Jin Sung, selama ini ia memang terlihat yang paling tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya, tapi Seok Hoon selalu merasa dia yang paling mengerti.

“Dia terlihat sangat sedih hyeong.” Kata Won Joo lagi, “Aku tidak tega melihatnya seperti itu.”

            Magnae satu ini memang sangat perasa, jika ada yang sedih diantara mereka maka Kim Won Joo tidak akan sungkan untuk ikut bersedih bersama orang itu. Tapi untuk saat ini Seok Hoon lebih sependapat dengan Jin Sung, ada kalanya kita merasa perlu merasakan kesedihan itu sendiri, alih-alih harus membaginya dengan orang lain.

“Agensi sudah memberitahukan pada kami, kalau kami harus bernyanyi pada acara pernikahan Min Hyo Jin.” Lee Jin Sung, sudah meletakan iPad yang di pegangnya, menatap serius ke arah Won Joo dan Seok Hoon. “Apa kalian juga?”

            Keduanya mengangguk muram, baru tadi siang agensinya mengatakan bahwa SG Wannabe juga diminta untuk bernyanyi di pernikahan super mewah itu.

“Aku dengar Hyung Soo hyeong juga diminta untuk bernyanyi pada acara itu.” Won Joo berkata dramatis, seraya melihat ke arah pintu dengan cemas.

“Mereka benar meminta Hyung Soo hyeong untuk bernyanyi dalam acara itu?” Jin Sung bertanya dengan nada keras. Won Joo mengangguk membenarkan.

“Sial… dimana mereka taruh otak mereka.” Umpat Lee Jin Sung. “Apa Min Hyo Jin yang meminta Hyung Soo hyeong untuk bernyanyi di pernikahannya?”

“Tentu saja tidak mungkin dia yang meminta.” Seok Hoon menyela, walaupun ia tidak tahu kebenarannya, ia yakin sekali Min Hyo Jin tidak mungkin melakukan itu.

“Aku dengar, tuan Min pemilik perusahaan film itu yang meminta.” Jawab Won Joo dramatis.

“Jahat sekali dia.” Komentar Jin Sung sengit.

            Lee Seok Hoon menghela nafas setelah mendengar itu semua. Ironis sekali kalau sampai Kim Hyung Soo bersedia untuk menyanyi di acara pernikahan seseorang yang di cintainya. Demi Tuhan ini terlalu menyakitkan, bahkan untuk seeorang yang terlihat sangat tegar seperti Kim Hyung Soo.

“Pantas saja dia tidak karuan hari ini, ini pertama kalinya aku melihat dia minum-minum seperti ini.” Komentar Lee Jin Sung, “Aku terkejut sekali saat ia bersedia datang malam ini, padahal biasanya ia tidak akan mau minum bersama kita di malam yang sudah larut seperti ini… ternyata ia membutuhkan ini semua untuk melupakan rasa sakitnya.”

            Mata Lee Jin Sung menatap lesu ke arah, botol-botol Souju yang sudah kosong.

“Apa kita bisa melakukan sesuatu untuk Hyung Soo hyeong?” Seok Hoon bertanya, menatap bergantian dari Kim Won Joo dan Lee Jin Sung yang duduk di depannya.

“Menurutmu apa yang bisa kita lakukan hyeong?” Jin Sung balik bertanya.

Seok Hoon mengangkat bahu, “Aku tidak tahu.”

“Kalau begitu sama seperti kami, kami pun tidak tahu harus melakukan apa.” Kim Won Joo mengangguk untuk membenarkan perkataan Lee Jin Sung.

            Membuat Lee Seok Hoon sekali lagi harus menghela nafas putus asa.

“Apa mungkin kalau kita menolak untuk tampil di acara pernikahan itu?”

            Seok Hoon bertanya pada keduanya, berharap sekali mereka masih bisa menghindari suasana aneh nanti jika mereka benar-benar tampil di acara pernikahan yang menghancurkan hati sahabat mereka.

“Lakukanlah… dan aku yakin kita tidak akan pernah mendapat tawaran untuk mengisi soundtrack di film dan drama mana pun lagi.” Lee Jin Sung berkata datar.

            Rasanya memang tidak mungkin menolak permintaan itu, ayah Min Hyo Jin terlalu berpengaruh di bidang perfilman dan drama Korea, akan sulit bagi mereka ke depannya jika sampai bermasalah dengan mereka. Kekuasaan dan uang memang terkadang sangat menakutkan.

“Kalian harus tetap datang… karena aku juga akan datang untuk bernyanyi di pernikahan itu.”

           Ketiganya segera menoleh ke arah pintu saat mendengar suara begitu parau, terdiam saat melihat Kim Hyung Soo sudah berdiri di ambang pintu.

*          *          *

            Lee Seok Hoon sudah memakai setelan jas warna abu-abu, dasi berwarna merah muda terikat sempurna di kerah kemeja putihnya. Duduk mengelilingi meja bersama dua orang anggota SG Wannabe lain dan seorang manager mereka. Hembusan angin sejuk pulau Jeju, menghempas wajahnya, namun tidak menghilangkan ke gelisahannya.

            Konsep acara pernikahan Min Hyo Jin mengambil konsep ‘Garden Party’ dimana keseluruhan acara di selenggarakn di luar ruangan. Acara pernikahan ini di langsungkan di halaman belakang sebuah Hotel ternama di pulau Jeju, yang menghadap langsung ke arah tebingan laut Jeju yang sangat indah. Pernikahan yang berkesan sangat romantis sebenarnya, kalau Seok Hoon tidak tahu ada duka dibalik pernikahan itu, ia akan berpikir betapa bahagianya pasangan yang berkesempatan menikah dengan cara seperti ini.

            Monday Kiz baru saja turun dari panggung kecil, selesai menyanyikan sebuah lagu yang dipersembahkan untuk pasangan pengantin. Lee Jin Sung berhenti tepat di sisi kursi yang diduduki Seok Hoon, berbisik pelan padanya.

Hyeong, apa kau melihat Hyung Soo hyeong?”

            Lee Seok Hoon menggeleng pelan, pandangannya langsung menebar ke sekeliling tamu-tamu di acara itu, tapi ia tidak berhasil menemukan sosok Kim Hyung Soo.

“Apa kau melihat Hyung Soo hyeong?” Lee Seok Hoon, beralih bertanya pada Kim Jin Ho yang duduk di sampingnya.

“Aku bertemu dengannya di toilet tadi, terlihat sangat tegang. Mungkin karena sebentar lagi dia akan tampil.” Jawab Kim Jin Ho, “Ada apa kau mencarinya.”

           Kim  Jin Ho bertanya langsung pada Lee Jin Sung.

“Oh tidak, aku hanya ingin bertemu dengannya.” Jawab Jin Sung, tersenyum canggung. “Baiklah aku harus kembali ke mejaku.”

            Lee Jin Sung berjalan menjauh menyusul Han Seung Hee, dan Im Han Byul, member Monday Kiz lainnya yang sudah lebih dulu kembali ke meja mereka.

“Ayo hyeong… sekarang giliran kita untuk bernyanyi.”

            Seok Hoon tersentak, ia segera bangun dari duduknya dan berjalan ke arah panggung kecil berdekorasi serba putih, yang ternyata menghadap langsung pada podium tempat kedua pasangan pengantin duduk, menempatkan semua pengisi acara dalam pernikahan ini seolah hanya bernyanyi untuk mereka. Dentingan musik dari band pengiring mulai terdengar, mereka akan menyanyikan lagu berjudul ‘Wedding’ yang diambil dari album ke-3 SG Wannabe, lagu yang sangat romantis yang tidak diragukan lagi kecocokannya dengan acara pernikahan seperti ini.

            Sesekali dari atas panggung itu Lee Seok Hoon melihat ke arah podium pengatin, ingin melihat seperti apa tepatnya ekpresi Min Hyo Jin di hari pernikahannya. Wajahnya terlihat sangat datar, ia hanya sesekali tersenyum saat seseorang di sampingnya yang baru saja resmi menjadi suaminya mengajaknya untuk tersenyum. Bahagia kah ia sekarang, atau justru sebaliknya? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dibenaknya, tapi lebih dari itu semua ia lebih mengkhawatirkan akan seperti apa perasaan Kim Hyung Soo saat berdiri disini melantunkan sebuah lagu romantis, untuk seseorang yang dicintainya, sementara orang itu menikah dengan orang lain… Ya Tuhan, Seok Hoon bahkan gagal membayangkan akan sesakit apa itu terasa.

            Selesai bernyanyi Seok Hoon melangkah meninggalkan panggung, tanpa ia duga sebelumnya ia akan berpapasan dengan Kim Hyung Soo yang berdiri tidak jauh dari panggung. Anggota SG Wannabe yang lain menyapa Kim Hyung Soo seperti biasanya, Seok Hoon masih bisa melihat Hyung Soo mengguratkan senyum kecil untuk membalas sapaan mereka.

            Seok Hoon berdiri diam tepat di depan Kim Hyung Soo, tidak tahu ia harus melakukan apa.

“Kau bernyanyi dengan sangat bagus tadi.” Seru Kim Hyung Soo, memaksakan senyum di wajahnya.

“Sekarang giliranmu hyeong.” Kata Seok Hoon pelan.

            Kim Hyung Soo menggangguk pelan, senyum itu masih tergurat di wajahnya. Senyum yang hanya dengan melihat sekilas saja Seok Hoon tahu ada kesedihan mendalam di baliknya. Seok Hoon memeluk Kim Hyung Soo singkat, menepuk bahunya sebelum berkata.

“Kau bisa melewatinya hyeong.”

“Tentu saja aku bisa melewatinya… aku jelas bisa melakukannya.” Tegas Kim Hyung Soo, lebih pada dirinya sendiri sebenarnya.

            Seok Hoon tersenyum, sesaat kemudian Kim Hyung Soo melangkah ke arah panggung. Membungkuk ke arah undangan yang hadir dan memberi salam ke kedua mempelai. Seok Hoon melihat Kim Hyung Soo sempat membalikan tubuhnya ke arah belakang panggung, menghela nafas dalam, sebelum kembali menghadap penonton dan mulai mengeluarkan suaranya untuk melantunkan lagu romantis miliknya, ‘Present.’

“Dia melakukannya dengan sangat baik.”

            Seok Hoon menoleh saat mendengar suara Lee Jin Sung di belakangnya. Lee Jin Sung dan Kim Won Joo sudah berdiri di dekatnya, tidak jauh dari panggung tempat Kim Hyung Soo bernyanyi sekarang.

“Aku hanya berharap dia akan bertahan sampai bait terakhir.” Seok Hoon menambahkan.

“Dia pasti akan bertahan, hyeong kita akan bertahan.” Timpal Kim Won Joo.

            Ketiganya tersenyum, tatapan mereka tetap terarah pada Kim Hyung Soo yang bernyanyi dengan sangat profesional di tengah semua rasa yang mungkin dia rasakan sekarang. Mereka tahu hanya ini yang bisa mereka lakukan untuk Kim Hyung Soo sekarang, terus mendukungnya dengan selalu berada di dekatnya.

“Selamat atas pernikahan kalian, semoga bahagia…” Kim Hyung Soo membungkuk dalam ke kedua pengatin, sebelum meninggalkan panggung.

            Min Hyo Jin, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Seok Hoon bisa melihat tubuh wanita itu bergetar menahan tangisnya, sementara pasangannya terlihat bingung dengan reaksi Min Hyo Jin, selesai Kim Hyung Soo bernyanyi.

“Kau melakukannya dengan sangat baik hyeong.” Seru ketiganya nyaris bersamaan.

            Kim Hyung Soo hanya mengulas senyum kaku, matanya terlihat memerah, ia tidak mengatakan apa pun, seperti ada yang mencekat tenggorokannya hingga membuatnya tidak bisa berkata apa-apa pada mereka bertiga.

“Bawa dia menjauh dari tempat ini!” Perintah Lee Jin Sung pada Seok Hoon dan Won Joo yang berdiri diam.

            Masih setengah bingung Lee Seok Hoon dan Kim Won Joo, mengapit kedua belah tangan Kim Hyung Soo, membawanya menjauh dari area resepsi. Dan seiring langkah mereka menjauh dari area resepsi, Seok Hoon baru tahu mengapa tadi Lee Jin Sung memintanya untuk membawa Kim Hyung Soo menjauh.

            Sekarang sosok Kim Hyung Soo sudah tidak setegar yang diperlihatkannya beberapa menit lalu. Matanya yang semula hanya memerah kini sudah meneteskan beberapa butir air mata yang jatuh membasahi tangannya. Seok Hoon segera menghentikan langkahnya, melepaskan tangannya yang mengapit Kim Hyung Soo, hal yang sama pun dilakukan Kim Won Joo.

Hyeong...” Seru Seok Hoon melihat Kim Hyung Soo sekarang sudah terduduk di atas rerumputan, menundukan wajahnya, tubuhnya terguncang pelan. Sekarang Kim Hyung Soo, penyanyi terkenal yang di idolakan begitu banyak wanita, kini tertunduk menangis karena cinta yang menyakitinya.

*          *          *

“Apa tidak masalah kita membiarkannya seperti itu?” Kim Won Joo bertanya seraya menatap cemas pada Kim Hyung Soo yang duduk menyendiri, melamun disisi tebing laut, wajahnya yang tadi menunduk penuh dengan air mata kini sudah terdongak lurus, seakan kesedihan yang dirasakannya sudah mencapai pada tahap yang lumayan terkendali.

“Aku khawatir dia akan melompat ke bawah sana.” Kata Won Joo, sambil mengarahkan pandangannya ke bawah laut dengan ombak yang lumayan besar.

“Kau ini bicara apa.” Sergah Jin Sung. “Hyung Soo hyeong bukan orang berpikiran sempit seperti itu… dia hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menerima ini semua.”

“Bagaimana caranya kita mengembalikan hyeong kita itu kembali seperti biasanya.” Seok Hoon ikut menatap prihatin ke arah Kim Hyung Soo, yang sepertinya semakin dalam dengan kesendiriannya.

“Kita akan bisa mengembalikan dia seperti biasanya… kita akan melakukannya, kita bertiga akan membuat penyanyi terkenal K.Will kembali dengan senyum memukaunya.

            Lee Seok Hoon tersenyum lebar menyusul apa yang dikatakan Lee Jin Sung, sekali lagi menjatuhkan tatapan matanya pada Kim Hyung Soo, sebelum berkata lugas.

“Ya… kita akan membuatnya kembali menjadi hyeong yang kita kenal.

            Kim Won Joo tersenyum kecil, mengangguk pelan. Tanpa kata mereka bertiga seakan membuat semacam kesempakatan untuk saling mendukung dan selalu ada disaat senang dan disaat tersulit sekali pun. Karena menurut mereka itu lah arti sebuah persahabat yang sesunguhnya.

Coming Soon… Story OF Us part 2.

Advertisements

4 responses »

  1. hiks. . Hiks. . Eonni. . . Yg bener aja, masak lg dikantor tau2 aq nangis bgini. . Sedih bener si nasib abang K.will. Ceritanya bagus nih eon,menghanyutkan gtu. *ciee*
    Btw. . Ada be2rapa hal yg mau aq tanyain.
    1. Kim Yong Jae nuguya?aq taunya Shin Yong Jae 4men.
    2. Apa FF ini trnspirasi dr berita K.will yg be2rapa saat lalu bkin nangis artis wanita di hr perkawanannya.,namanya siapa ya?Min Hyo Rin bukan?lupa. .he2.
    3. Mau bikin F4 versi Ballad yah?xi99

    • Nangis??.. wah masa sampe bikin nangis, sesedih itu kah?..rada ngga tega juga sih pas bikinnya.

      Jawab pertanyaan:
      1.Kim Yong Jae tuh cuma tokoh fiktif dalam FF ini, jadi ngga ada hubungannya sama Shin Yong Jae (4Men) cuma rada mirip namanya aja.
      2.pernah baca sih berita tentang K.Will yang jadi wedding singer, trus bikin pengantin cewenya nangis, tapi aku ngga tau namanya siapa, lupa…beneran Min Hyo Rin kah namanya?… sedikit terinspirasi dari situ juga, tapi tokoh awal FF ini sebenarnya bukan K.Will, pas aku lihat MV ‘Road For Hope’ aku baru kepikiran buat pake K.Will.
      3.F4 versi ballad, boleh juga tuh idenya, coz ke depannya akan ada cerita berbeda untuk masing2 anggotanya.

  2. gak mpe nggambreng si eon,cuma meneteskan air mata perlahan2 *plak* *BahasaGw*he2, hbsnya ngebayangin smbl kepikiran berita K.will bkin artis Shin Ae (mian. .trnyata bukan Min Hyo Rin) nangis,jadi berasa nyata gtuloh eon. .

  3. yaaahhh…..
    bersambung nya cepet banget eon..
    bkin pnasaran…
    smga akhr nya bkal Happy Ending..
    kasian ngbayangin K.will sampe nangis gitu… ㅠㅠㅠㅠ

    F4 versi ballad?
    Seok hun oppa cocok jd Yun Jihu nya.
    abs kan Seokhun oppa kalem bgt orangnya.
    hehehehe…

    smangat eon..
    dtnggu lanjutannya.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s